5 Panduan Memilih Hosting

5 Panduan Memilih Hosting – In short : Ketika Anda memutuskan untuk membangun usaha online atau sekadar membangun blog otomatis Anda membutuhkan hosting sehingga website dapat diakses darimana saja. Tapi masalahnya jasa hosting itu ratusan. Diantara jasa hosting itu pasti ada buruk, biasa saja dan ada yang oke. Kalau belum pernah membeli jasa hosting pasti akan membingungkan. Karena itu saya akan berbagi tips memilih hosting yang berkualitas. Yuk, cek tipsnya

Hosting Itu Apa Sih ?

Note : yang sudah paham silahkan skip

Sebelum kita bahas tipsnya, kita akan bahas sedikit soal apa itu hosting. Contohnya begini Budi ingin punya website. Tentu saja Budi ingin agar websitenya bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun.

Kalau file Budi hanya ditaruh dikomputer pribadi berarti yang bisa mengakses hanya Budi kan ? Orang lain tidak bisa mengaksesnya kan ?

Berarti Budi perlu sebuah tempat khusus untuk menaruh filenya sehingga semua orang baik di luar negeri atau dalam negeri bisa mengakses filenya dengan mudah.

Tempat khusus itulah yang disebut dengan hosting.

Jadi, kalau kita menaruh file apapun dijasa layanan hosting maka file kita bisa diakses oleh siapapun (baca : publik). Bisa diakses oleh publik bukan berarti semua file pribadi yang diunggah di hosting bisa dilihat begitu saja. Dengan hosting, kita bisa atur mana yang boleh dilihat publik dan mana yang hanya untuk kita sendiri.

Tips Memilih

Nah, sekarang kita ke tipsnya

1. Perhatikan disk space dan bandwithnya

Hal pertama yang dilihat adalah disk space dan bandwith yang diberikan. Disk space adalah kapasitas maksimal hosting yang diberikan untuk menyimpan files website. Ukuran yang diberikan bisa berupa MB (Megabytes) atau GB (Gigabytes).

Jika webhosting memberikan disk space adalah 1 GB, maka total keselurahan file yang bisa kita simpan adalah 1 GB

Lalu bandwith itu apa ? Bandwith adalah gambaran tingkat lalu lintas dan jumlah data yang dapat ditransfer antara situs Anda dan visitor website. Semakin besar jumlah pengunjung website Anda berarti semakin besar pula bandwith yang akan Anda pakai.

Ukuran yang diberikan biasanya berupa GB atau TB. Untuk menghitung berapa banyak bandwith yang akan Anda pakai silahkan cek artikel berikut.

Lalu memilih disk space dan bandwith yang tepat itu bagaimana ? Kembali lagi ke kebutuhan Anda. Kalau Anda hanya ingin memakai situs untuk blog dengan gambar yang tidak banyak berarti hosting 500 MB sudah cukup. Tapi kalau kebutuhan lebih dari itu, pilih disk space yang cukup besar yaitu 1 GB.

Untuk bandwith pilihlah bandwith yang cukup besar, saya sarankan minimal pilih 100 GB bandwith dan jangan kurang dari itu. Mengapa ? Supaya website tidak disuspend ketika visitor naik drastis. Kalau bisa pilihlah yang unlimited bandwith.

2. Perhatikan OS dan Resourcenya

Secara umum, sistem operasi yang digunakan ada dua yaitu Linux (CentOS) atau Linux (CloudLinux).

Linux CentOS

Kita sudah tahu bahwa bahwa satu server tidak hanya digunakan untuk satu website. Satu server pasti digunakan oleh banyak website mulai dari ratusan hingga ribuan.

Itulah yang disebut sebagai shared hosting.

Sekarang kondisinya begini, jasa hosting ABC memiliki server dengan  spesifikasi RAM sebesar 16 GB. Kita juga sudah tahu bahwa RAM 16 GB itu dibagi-bagi ke website yang menggunakan jasa hosting tersebut.

Dengan menggunakan CentOS Anda akan tidak pernah tahu berapa banyak RAM yang diberikan untuk masing-masing akun. Akibatnya, ketika Anda menjalankan script tertentu tiba-tiba website tidak bisa diakses dengan pesan “Resouce Limited”.

Linux CloudLinux

Dengan CloudLinux  hal itu akan jarang terjadi. Anda juga akan tahu berapa banyak resource yang diberikan untuk masing-masing akun hosting. Di control panel (biasanya cPanel) Anda bisa melihat berapa banyak RAM, Virtual Ram, CPU Usage, Entry Process dengan jelas.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat berapa resouce yang Anda habiskan untuk menjalankan sebuah script.

Ciri-ciri hosting yang menggunakan CloudLinux adalah seperti ini :

1

2

Jika Anda membeli hosting dan tidak ada item seperti yang saya beri tanda kotak merah berarti itu hosting Anda tidak cloudlinux tapi jika ada salah satu item dari yang saya tandai berarti hosting memakai CloudLinux.

“Itu kan kalau sudah beli, kalau belum ?” Kalau belum silahkan lihat diwebsitenya apakah  mereka menyebutkan menggunakan CloudLinux atau tidak.

Kalau Pakai CloudLinux Terus Tipsnya Bagaimana ?

Tiap webhosting memberikan resouce yang berbeda-beda, ada yang memberikan resource RAM 256 MB, ada yang 500 dan lain sebagainya.

Maka, saran terbaik adalah pilihlah resource dengan minimal RAM 768 MB. Jangan dibawah itu.

Kok gitu ? Ya, karena script berat membutuhkan RAM yang lebih banyak. Jika Anda menggunakan WordPress, untuk satu plugin saja ada yang memakan RAM sebesar 300 MB.

Selain RAM bagaimana ? Saran saya, cari hosting yang menyediakan 100% 1 CPU (1 Core), Entry Processes jangan kurang dari 20, Virtual Ram minimal 1 GB.

3. Perhatikan SLA dan ToS

Kelihatannya sepele tapi ini penting.

Mulai dari SLA

Diforum-forum saya sering menjumpai pertanyaan “Hostingnya sering down tidak ?” Pertanyaan ini muncul akibat calon pembeli tidak membaca atau mungkin tidak mengetahui Service Level Agreement (SLA).

Service Level Agreement (SLA) adalah persetujuan layanan antara pelanggan dan penyedia jasa layanan hosting.

SLA biasanya berisi jaminan uptime server dan klaimnya. Misalkan Anda menggunakan jasa layanan hosting (baca : hoster) ABC dan diberikan uptime 99,98%. Itu berarti hoster wajib menjamin uptime Anda sebesar 99,98%, jika kurang dari itu hoster juga wajib mengganti rugi.

Mengenai penjelasan uptime dan cara menghitungnya Anda bisa baca artikel ini.

Ganti ruginya dalam bentuk apa ? Di halaman SLA biasanya tertera ganti ruginya berbentuk apa.

Perhatikan syarat ganti ruginya apa. Jangan sampai Anda sudah mengklaim ke penyedia layanan hosting tapi ternyata itu salah Anda sendiri.

Lalu syaratnya apa aja ? Di SLA biasanya ada syaratnya. Jadi, silahkan dibaca dengan baik.

Selanjutnya, Soal ToS

“Website saya kok tiba-tiba disuspend ya ? Wah, hostingnya nggak bener ini” atau “Saya mau minta refund ditolak terus, prosesnya ribet. Hostingnya nipu ini, isinya cuma cari duit aja”.

Saya sering menjumpai pernyataan seperti ini.

Jika suatu kali website Anda disuspend, jangan pernah langsung mengklaim hostingnya jelek atau tidak berkualitas. Jika refund tidak diterima juga jangan pernah langsung klaim hostingnya penipu.

Mengapa ? Karena semua itu berhubungan dengan ToS (Term of Service) atau syarat dan ketentuan penggunaan layanan. ToS berisi semua ketentuan tentang apa saja yang tidak boleh Anda lakukan.

Letak masalahnya adalah banyak pembeli yang tidak memperhatikan ToS, kemudian asal main klaim saja.

Misalnya begini, Nono membeli hosting di ABC. Di halaman ToS hosting ABC sudah menjelaskan bahwa layanan hosting tidak memperbolehkan pelanggan mengirim email lebih dari 100 email per jamnya.

Karena Nono tidak pernah membaca ToS (parahnya lagi Nono tidak pernah tahu kalo ToS itu ada) Nono mengirim 1o2 email perjam. Kemudian dia membuka tiket dan menanyakan mengapa email selanjutnya tidak bisa terkirim.

Kalau begini salah hosternya atau salah penggunanya ? Ya jelas salah penggunanya karena tidak perhatian dengan ToS yang ada.

Oleh karena itu, pastikan Anda sudah membaca ToS. Jika Anda melakukan sesuatu yang tidak ada di ToS kemudian hosting terkena imbasnya barulah Anda boleh melakukan komplain.

Tips : Walaupun murah, jika Anda tidak setuju dengan SLA dan ToS maka jangan menggunakan layanan itu. Pilih hosting yang memberikan SLA dan ToS sesuai kebutuhan Anda.

4. Cloud Hosting dan Konvesional Hosting

“Saya bingung, lebih baik milih cloud hosting atau konvesional hosting ya ?” Semua tergantung kebutuhan. Tapi sebenarnya konvensional hostingpun cukup. Untuk ulasan lengkap silahkan cek artikel ini.

5. Review

Kalau Anda bingung apakah layanan hosting yang akan Anda beli itu bagus atau tidak maka salah satu cara terbaik adalah cek review.

Reputasi jasa layanan hosting bisa ditanyakan melalui forum Facebook atau forum Diskusi Web Hosting (DWH).

5. Harga

Tips terakhir adalah harga. Jangan terpancing dengan statement “Harga menentukan kualitas” maksudnya harga mahal lebih bagus.

Sekarang statement itu tidak berlaku lagi.

Yang benar adalah hosting murah belum tentu kualitasnya murahan hosting mahal belum tentu kualitasnya lebih baik dari hosting murah.

Kok bisa gitu ? Bisa. Saya sering melakukan perbandingan antara satu hosting dengan hosting lainnya. Hosting ABC memberikan 1 GB disk space dan 100 GB bandwith. Hosting ABC menggunakan CloudLinux dengan resource 256 MB ram, 100 % CPU (0,5 Core) dibandrol dengan harga Rp 30.000 per bulan. Sedangkan, hosting DEF sama-sama memiliki 1 GB disk dan 100 GB bandwith, tapi memberikan resouce 768 RAM, 100% CPU (1 Core) yang dibandrol dengan harga Rp 20.000 per bulan.

Untuk kasus seperti itu tentu saja saran terbaik adalah pilih hosting DEF.

Kasus lain, hosting ABC menjual unlimited space dan dibandrol dengan harga Rp 30.000 per bulan. Dengan spesifikasi yang sama, hosting DEF menjual dengan 1 GB disk space yang dibandrol seharga Rp 15.000.

Mungkin Anda berpikir “Ah, antara ABC dan DEF kan hanya selisih Rp 15.000, mending pilih ABC aja”

Menurut saya, pilihan itu tidak sepenuhnya tepat dan malah buang-buang uang. Mengapa ? Karena unlimited disk itu tidak ada dan hosting 1 GB sudah mampu menampung ribuan artikel.

Tips : Jangan buang uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak Anda butuhkan

 

Leave a Comment