5 Tips Ini akan Membuat Windowsmu aman dari Serangan Virus

aman dari serangan virus

Aman dari serangan virus – In short : Pernah kena virus ? Atau masih was – was dengan virus ? Tidak usah khawatir. Mencengah virus sebenarnya mudah. Berikut adalah 5 langkah untuk mencegah Windowsmu agar tidak terkena virus.

Apa itu Virus ?

Dalam dunia komputer, virus bukan sesuatu yang baru. Kita pasti sering dengar kalimat “Itu komputermu kena virus paling” atau “Eh, flashdiskmu bersih ga ? Ada virusnya ga ?”

Lalu, virus itu sebenarnya apa sih ?

Wikipedia menjelaskan bahwa virus adalah perangkat lunak atau program yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam perangkat lunak atau dokumen lain.

Efek dari virus ini bervariasi, ada yang menganggu, ada yang mengubah data misalnya ransomware, ada yang merusak file, dan ada yang merusak sistem operasi.

Virus komputer terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Trojan

Trojan memang tidak merusak data atau merusak sistem operasi tetapi efeknya juga luar biasa. Trojan dapat mencuri data dan mengendalikan komputer. Data yang sensitif yang seharusnya tidak diketahui oleh pihak lain bisa saja dicuri menggunakan trojan tanpa diketahui oleh penggunanya.

2. Worm

Worm ini akan menggandakan dirinya sendiri. Akibatnya disk menjadi penuh dan memberatkan sistem operasi.

3. Backdoor 

Backdoor atau yang disebut sebagai pintu belakang adalah sebuah aplikasi komputer yang mampu melewati keamanan komputer, sehingga komputer korban dapat diakses oleh penanam backdoor tanpa diketahui oleh korbannya

Sebenarnya masih banyak jenis virus seperti Polymorphic Virus,  Boot Sector Virus dan lain sebagainya. Tetapi pada intinya sama yaitu virus ini merusak sistem operasi.

Penyebabnya Apa ? Pencegahannya Gimana ?

Supaya sistem operasimu terlindungi, kamu perlu tau terlebih dahulu mengapa sebuah sistem operasi dapat terinfeksi virus terutama sistem operasi Windows.

1. Tidak diupdate

Ketika sebuah aplikasi, apapun itu, tidak pernah diperbaharui (baca : update) maka aplikasi itu rentan bermasalah baik dari segi keamanan atau keberfungsian aplikasi itu sendiri.

Pembarahuan aplikasi akan menutup semua celah keamanan yang bermasalah pada aplikasi tersebut.

Sama halnya, ketika sistem operasi tidak pernah diupdate maka sistem operasi tersebut rentan terkena serangan virus.

Beberapa waktu lalu, netizen dihebohkan dengan serangan virus WannaCry. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menangkal serangan virus adalah dengan mengupdate Windows. Mengupdate Windows secara otomatis akan menutup (baca : menambal) semua celah, sehingga virus – virus yang memanfaatkan bug atau kerentanan aplikasi tidak akan mampu menginfeksi komputer tersebut.

Yang menjadi masalah adalah banyak dari pengguna Windows tidak mau mengupdate sistem operasinya karena update dianggap menganggu. Ya memang, ini ada benarnya, tetapi pengguna harus bisa meluangkan waktunya untuk mengupdate sistem operasi.

2. Enggan Menggunakan Antivirus

Entah mengapa, ada beberapa pengguna, mungkin banyak juga yang merasa bahwa memasang antivirus adalah hal yang tidak diperlukan. Antivirus dianggap sebagai sebuah aplikasi yang memberatkan.

Benarkah demikian ? Ada benarnya, tetapi ada salahnya.

Sejauh yang saya tahu, antivirus seperti Kaspersky, AVG, Avast memang cukup berat jika dijalankan dikomputer dengan spesifikasi rendah. Namun begitu ada antivirus ampuh yang mampu dijalankan di komputer spesifikasi rendah yaitu Windows Defender.

Windows Defender adalah antivirus yang dikembangkan oleh Microsoft yang mampu melakukan cure terhadap aplikasi. Cure ini maksudnya adalah antivirus ini mampu menghapus virus yang menginfeksi sebuah aplikasi tanpa menghapus aplikasi tersebut.

Mulai Windows 8 hingga Windows 10, antivirus ini sudah terpasang otomatis. Bagi pengguna Windows 7, kamu dapat mengunduhnya secara gratis disini.

Saya sendiri tidak terlalu menyarankan antivirus lokal. Saya tidak berani bilang kalau antivirus lokal itu jelek, tetapi menurut pendapat saya pribadi antivirus lokal kurang mumpuni untuk mencegah virus – virus luar yang cukup berbahaya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan antivirus lebih dari dua. Paling efektif ialah menggunakan satu antivirus saja. Menggunakan lebih dari satu antivirus membuat komputermu melambat.

Kamu juga tidak boleh lupa mengupdate antivirus. Kamu mungkin bisa saja menggunakan antivirus yang bagus, tetapi kalau tidak pernah diupdate ya sama saja percuma.

3. Aplikasi crack

Sebagian besar aplikasi Windows adalah aplikasi berbayar. Bagi mereka yang tidak ingin membayar tetapi tetap ingin menggunakan aplikasi tersebut maka mereka akan mencari crack atau key generator aplikasi tersebut.

Masalahnya adalah tidak semua crack atau key generator itu bersih dari virus. Ada juga crack yang disusupi oleh virus, jadi saat kamu klik, seketika itu juga virus akan menyebar.

Dengan demikian, kamu disarankan untuk menggunakan aplikasi gratis atau membeli aplikasi jika aplikasi itu berbayar.

4. Kalau tidak tahu, jangan klik

Ketika kamu browsing internet, tiba – tiba ada program yang entah apa itu, yang terdownload sendiri. Kalau kamu buka e-mail, terkadang kamu juga akan disuguhi attachment yang tidak jelas itu apa.

Nah, kalau kamu ketemu dengan file – file yang kamu tidak tahu itu file apa, maka jangan diklik lebih baik segera hapus file atau aplikasi tersebut.

Kalau kamu curiga tetapi kamu penasaran lebih baik kamu scan dulu file tersebut menggunakan antivirus.

Kenapa kok Tidak Menyarankan Migrasi GNU / Linux ?

Buat kamu pengguna GNU / Linux, mungkin kamu bertanya ke saya kenapa kok pengguna tidak disarankan beralih ke GNU / Linux saja ?

Ya, saya memang pengguna GNU / Linux, tetapi alasan saya tidak menyarankan GNU / Linux adalah karena artikel saya hanya membahas bagaimana mengamankan sistem operasi Windows.

Mengenai saran migrasi ke GNU / Linux itu adalah bahan bahasan lain, yang bisa dibuat menjadi artikel tersendiri.

Seberapa efektif tips diatas ?

Cara yang saya paparkan adalah cara yang mudah dilakukan dan terbilang efektif untuk mencegah serangan virus. Tetapi, semua tergantung pengguna itu sendiri.

Inti dari pembahasan saya diatas adalah bahwa sistem operasi bisa terinfeksi virus ketika penggunanya tidak hati – hati. Berlaku sebaliknya, ketika pengguna bertindak hati – hati, virus akan sulit untuk menyerang dikomputer.

Benarkah ? Silahkan dibuktikan sendiri ya.

Selamat mencoba.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *