Benarkah GNU / Linux Aman ?

In short : Apakah benar GNU / Linux itu aman ? Bagaimana menjawab pertanyaan ini ? Bukankah ada pepatah “no system is safe” ? Nah, ini jawabannya.

[Artikel ini tidak menjawab secara teknis, tetapi menjawab dari sudut pandang lain yaitu melihat secara filosofis]

Wah, kamu pakai Linux ya ? (Sebenarnya menyebut Linux sebagai sistem operasi itu salah, yang benar ialah GNU / Linux) Oh, iya pakai GNU / Linux. Wah berarti lebih aman dari Windows ya ?

Nah, buat kamu yang pakai GNU / Linux pasti pernah atau bahkan sering kan dapat pertanyaan semacam itu ? Lalu, menjawabnya bagaimana ?

Menjawab pertanyaan itu sebenarnya tidak hanya dengan kata – kata “ya, lebih aman” atau “sama saja dengan Windows kok”. Namun kita harus tau terlebih dahulu konsep soal keamanan.

Aman Itu Maksudnya Apa ?

Sebelum menjawab aman atau tidak, kita harus memahami apa arti kata aman. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aman artinya adalah bebas dari bahaya.

Karena aman yang dimaksud adalah aman dari virus, maka kita perlu mendefinisikan ulang apa arti kata virus dalam komputer. Oleh karena itu kita mengambil definisi yang dimuat di Wikipedia tentang virus.

Wikipedia menuliskan virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri  dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain.

Jadi, arti aman dari virus komputer maknanya adalah bahwa komputer terbebas dari bahaya program komputer yang dapat menggandakan diri sendiri dan menyisipkan salinan dirinya ke program atau dokumen lain.

Dengan kata lain, aman dari virus komputer berarti komputer tersebut aman dari program berbahaya.

Namun kita lihat lagi, apakah benar penulisannya adalah “virus komputer” ? Menurut saya penulisan virus komputer itu tidak benar. Yang benar adalah virus sistem operasi.

Komputer yang tidak dipasang sistem operasi sama sekali maka sudah dipastikan bahwa komputer itu akan aman dari serangan virus.

Sistem operasi Windows dan sistem operasi GNU / Linux itu kan jelas berbeda. Dari dashboardnya (GUI)nya saja berbeda, perintah yang digunakan juga berbeda.

Dengan demikian, kita semua tau bahwa secara default (tanpa aplikasi tambahan) kita tidak akan bisa menjalankan aplikasi atau perangkat lunak yang ada di Windows kemudian menjalankannya di GNU / Linux dengan esktensi Windows (.exe).

Contohnya, kita tidak akan bisa menjalankan file “winrar.exe” di GNU / Linux.

Berlaku juga sebaliknya, kita tidak bisa menjalankan aplikasi yang ada di GNU / Linux di Windows dengan ekstensi Windows.

Contohnya adalah kita tidak akan bisa menjalankan “firefox.deb” di Windows.

Nah, disinilah letak makna ambigu dari kata “aman”.

Banyak yang mengira, bahwa GNU / Linux itu aman hanya karena virus Windows tidak bisa masuk.

Pendapat ini salah karena jika pendapat itu benar maka Windows juga lebih aman dari GNU / Linux, karena virus Windows tidak bisa masuk di GNU / Linux tidak bisa masuk di Windows.

Yang Benar Bagaimana ?

Sehingga, pertanyaannya harus dimodifikasi ulang yaitu “Apakah cara virus menyebar di Windows itu sama seperti (atau semudah) cara virus menyebar GNU / Linux ?”

Jadi disini kita berusaha membandingkan antara virus GNU / Linux untuk GNU / Linux itu sendiri dan virus Windows untuk Windows itu sendiri dan bukan dibalik – balik.

Kalau cara virus Windows menyebar lebih mudah atau tidak lebih sulit dari cara virus menyebar di GNU / Linux maka dalam hal ini bisa dikatakan GNU / Linux lebih aman dari Windows.

Menjawab pertanyaan itu berarti otomatis kita akan tau mengapa GNU / Linux dianggap lebih aman.

Memahami Bagaimana Aplikasi Berjalan

Karena GNU / Linux dan Windows memang berbeda, maka kita tau bahwa cara pengoperasiannya juga berbeda. Karena cara pengoperasiannya berbeda maka cara yang digunakan dalam menjalankan aplikasi didalam dua sistem operasi tersebut juga berbeda.

Maka Kita Pahami Terlebih Dahulu Bagaimana Windows Menjalankan Aplikasi

Ketika kita klik dua kali aplikasi yang berekstensi (.exe) maka kalau fitur User Account Control (UAC) di Windows, maka aplikasi langsung segera dijalankan.

Kalau fitur User Account Control (UAC) menyala, ketika Windows tau bahwa aplikasi itu adalah aplikasi hasil download yang dinilai tidak aman maka akan muncul peringatan apakah kamu akan tetap menjalankannya atau tidak.

Kalau notifikasi itu muncul, kemudian kamu klik “yes” aplikasi akan segera berjalan.

Selanjutnya Kita Pahami Bagaimana GNU / Linux Menjalankan Aplikasi

GNU / Linux itu terbagi menjadi beberapa pengguna (user) yaitu root atau dikenal sebagai superuser, user, group dan other.

Dengan menggunakan mode superuser (root) maka kita diijinkan untuk “ngapain aja” di GNU / Linux termasuk menghapus file – file penting di sistem operasi.

Dengan menggunakan mode user, kita diijinkan untuk menjalankannya atau menggunakannya saja tanpa bisa mengubah file sistem utama di GNU / Linux.

Supaya aplikasi itu bisa berjalan, maka aplikasi tersebut harus memiliki ijin untuk dijalankan superuser, user, group atau other. Kalau tidak ada ijin (dikenal sebagai permission) maka aplikasi itu tidak dapat dijalankan.

Untuk aplikasi yang membutuhkan akses baca tulis atau memodifikasi file system (misalnya saat menginstall aplikasi, kan butuh untuk menulis direktori di sistem utama GNU / Linux) maka dibutuhkan akses root.

Tanpa akses root, aplikasi tidak akan berjalan.

Letak Perbedaannya Dimana ?

Letak perbedaan secara singkat seperti ini, yaitu bahwa aplikasi di Windows diijinkan untuk melakukan baca tulis di direktori utama sistem operasi dengan atau tanpa akses root (dalam Windows dikenal sebagai administrator).

Sedangkan di GNU / Linux, untuk aplikasi yang membutuhkan akses baca tulis di didirektori utama sistem operasi harus memiliki akses root. Kalau tidak memiliki akses root maka aplikasi tidak akan berjalan.

 Lalu, Apa Hubungannya Dengan Virus ?

Kita sudah tau bahwa aplikasi itu bisa saja disusupi virus. Sehingga, saat kita menjalankan aplikasi yang sudah disusupi virus, maka setelah aplikasi itu dijalankan virus juga akan mulai bekerja.

Dengan menggunakan Windows (tanpa antivirus) maka jika kita menjalankan aplikasi tanpa akses administrator, maka saat itu juga virus segera menginfeksi Windows. Bagaimana dengan akses administrator ? Ketika akses administrator itu diijinkan maka virus juga akan berjalan seiring dengan dijalankannya aplikasi yang sudah disusupi virus.

Tapi, jangan salah paham.

Bukan berarti kalau aplikasi di GNU / Linux itu bervirus kemudian diijinkan dijalankan dengan akses root maka virus tidak akan jalan. Dengan kondisi demikian virus berjalan.

Lho, terus ga ada bedanya dong ? Antara Windows dan GNU / Linux ? Kalau aplikasi itu sudah bervirus dan dijalankan dengan super user baik untuk Windows dan GNU / Linux maka hanya dalam hal ini antara Windows dan GNU / Linux tidak ada bedanya.

Terus, Bedanya Dimana ?

Bedanya ada di filosofi kedua sistem operasi ini.

Kita Lihat Apa Filosofi GNU

Dikutip dari gnu.org, filosofi GNU adalah free software yang berarti :

1. Setiap orang memiliki kebebasan untuk menjalankan aplikasi (0)

2. Setiap orang memiliki kebebasan untuk mempelajari dan mengubah kode sumber (source code) program (1)

3. Setiap orang memiliki kebebasan untuk mendistribusikan program dan (2)

4. Mendristribusikan program yang sudah dimodifikasi (3)

Untuk filosofi Windows, saya tidak menemukannya, tetapi yang jelas kamu tidak mendapatkan kebebasan layaknya kebebasan yang diberikan oleh GNU.

Satu – satunya kebebasan yang diberikan oleh Microsoft adalah kamu boleh menggunakan (dengan bebas) Windows asalkan kamu membeli lisensinya (legal).

Apa hubungannya ? Apa hubungan antara filosofi sistem operasi dan virus ?

Begini penjelasannya.

Karena GNU itu gratis alias tidak dipungut biaya, maka software atau aplikasi yang ada di GNU / Linux sebagian besar juga gratis. Kalau gratis, berarti kamu bisa mengunduhnya dari website resminya.

Pertanyaannya, kalau kita mengunduh aplikasi dari website resmi apakah aplikasi itu dimungkinkan dimasuki virus ? Jelas tidak. Kalau begini, berarti aplikasi yang kita unduh aman bukan ? Kalau aman dijalankan berarti juga tidak ada virus bukan ?

Sekarang kita bandingkan dengan Windows, kalau kita menggunakan Windows yang menggunakannya saja harus bayar maka program – program yang digunakannya didalamnya juga harus bayar meskipun ada versi gratisnya.

Namun begitu, kita harus mengakui bahwa banyak orang yang menyukai menggunakan program premium (berbayar) tapi tanpa bayar alias membajak.

Kalau kita mau mengunduh aplikasi bajakan tentu bukan aplikasinya tidak disediakan oleh pihak resmi pembuat software kan ? Untuk mendapatkan software bajakan kita harus mencarinya lewat situs – situs lain.

Nah, disinilah letak masalahnya.

Tanpa antivirus, kita tidak bisa menjamin 100% bahwa software bajakan yang kita jalankan itu tidak disusupi kode jahat (malicious code). Kalau lengah, ya virus itu akan menyusup bersama software bajakan dan akan jalan di Windows yang kita gunakan.

Inilah alasan mengapa GNU / Linux lebih aman daripada Windows.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah dilihat dari sisi filosofis dan user behavior, maka GNU / Linux dianggap lebih aman dari virus dibandingkan Windows.

User behavior maksudnya apa ? user behavior maksudnya adalah perilaku pengguna Windows yang seringkali lebih suka menggunakan aplikasi bajakan daripada aplikasi yang asli.

Meski begitu artikel ini memang tidak memuat sisi teknis mengapa GNU / Linux dianggap lebih aman. Tetapi untuk menjawab rasa penasaran soal teknis, maka ada beberapa hal yang sering ditanyakan : (ini saya ambil dari situs Ubuntu)

1. Apakah GNU / Linux ada virus sama halnya Windows ?

Jawab : Ya, sama seperti Windows, GNU / Linux juga punya virus. Misalnya Alaeda, BadBunny, Binom. Ini semua jenis lama, untuk yang jenis baru belum sempat saya cari lagi nama – namanya.

2. Apakah GNU / Linux punya antivirus ?

Jawab : Ada, yang biasa digunakan ialah ClamAV, Maldet (Malware Detect). ClamAV dan Maldet biasa digunakan untuk server yang tujuannya mengidentifikasi script PHP yang membahayakan server. Yang berbayar juga ada misalnya AVG for GNU / Linux.

 

 

 

 

 

Leave a Comment