Bikin Pakai Native PHP atau Framework ? Mana yang Lebih Bagus ?

Bikin Pakai Native PHP atau Framework ? Mana yang Lebih Bagus ?

Bikin Pakai Native PHP atau Framework ? Mana yang Lebih Bagus ?-In short : Kalau pakai code ignitier, katanya koding cepat selesai. Pakai Laravel, kayanya bagus juga deh. Eh, atau native aja ya ? Solusinya bagaimana dong ? Ya kamu kerjain aja apa yang kamu bisa.

Saya bukanlah programmer dan tidak ingin menjadi programmer. Dulu waktu SMA pernah belajar bahasa pemrograman Visual Basic tetapi ternyata minat saya bukan di bidang programming jadi saya putuskan untuk berhenti belajar programming.

Meski begitu, dari pengamatan saya banyak mahasiswa teknologi informasi sering bertanya dan kebingungan antara menggunakan native PHP atau framework.

Nah, dilansir dari beberapa sumber saya ingin memberikan solusi bagi rekan – rekan programmer supaya bisa mengatasi masalah ini dengan cepat dan tepat. Yuk simak artikelnya

Masalah Umum

Pertanyaan harus menggunakan native PHP atau framework merupakan pertanyaan yang sering diajukan oleh programmer pemula. Seperti yang saya ceritakan diatas, banyak programmer pemula yang bingung mau membuat website dengan cara seperti apa.

Mungkin kamu salah satunya.

Pertanyaannya tidak sampai situ. Programmer pemula akan bertanya juga, kalau pakai framework, frameworknya framework apa. Apakah Code Igniter ? Apakah Laravel ? Apakah Cake PHP atau apa ?

Untuk menjawab ini mereka biasanya mencoba hampir sebagian besar framework terkenal sampai mereka puas. Gawatnya adalah kalau mereka tidak pernah puas dengan hasil percobaan mereka, dan terus mencoba semua framework.

Saya menemui banyak juga yang kerjaannya tidak memprogram, tetapi mencoba framework. Misalkan hari ini Code Igniter sedang booming, dia coba. Hari esok Cake PHP booming, dia coba.

Dan itu terjadi terus menerus. Dampaknya apa ? Dia tidak pernah bisa menguasai programming dan tidak pernah benar – benar membuat sebuah aplikasi menggunakan framework.

Waktu habis sia – sia untuk mencoba – coba tetapi tidak pernah ada hasilnya.

Kalau programmer ahli sih tidak masalah mencoba – coba framework lain. Mengapa ? Ya karena mereka sudah menguasai. Dan biasanya mereka akan membuat review.

Tapi kalau programmer pemula ? Ya malah jadi masalah.

Apa itu Native PHP dan Apa itu PHP Framework ?

Sebelum membahas solusi mengatasi masalah ini, terlebih dahulu saya akan sedikit menjabarkan tentang native PHP dan PHP framework.

PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor. PHP merupakan bahasa pemrograman gratis dengan kode sumber terbuka yang digunakan untuk membangun website dinamis dan bisa disisipkan ke dalam HTML. Supaya lebih jelas, kamu bisa mengunjungi situsnya disini

Native PHP berarti membuat website dengan PHP yang dimulai dari nol. Sedangkan PHP Framwork berarti membuat website yang tidak dimulai dari nol karena programmer perlu mengunduh framework terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Seperti namanya, framework, atau kerangka kerja, berarti programmer tidak perlu membuat kerangka kerja dari nol. Programmer hanya perlu memahami pola kerangka kerja, kemudian mengaplikasikannya saat proses pembuatan website.

Hal ini tentu berbeda dengan native PHP. Programmer yang menggunakan native PHP, harus membangun kerangka kerja sendiri. Akibatnya, proses pembuatan website dengan native PHP tidak akan secepat menggunakan kerangka kerja.

Tapi perlu diingat kata “proses pembuatan website dengan native PHP tidak secepat menggunakan kerangka kerja” tidak berlaku untuk semua programmer. Proses pengerjaan menjadi cepat kalau programmer tahu alurnya dan terbiasa menggunakannya. Kalau tidak memahami alurnya dan tidak terbiasa menggunakannya, percayalah menggunakan framework hanya menghambat proses pembuatan website. Bagian ini nanti akan saya jelaskan.

Maksud kerangka kerja gimana sih ? Contohnya begini.

Kalau kamu pakai native PHP dan ingin konek  database, kuerinya seperti ini :

Sedangkan kalau pakai Framework Code Igniter, kuerinya seperti ini :

Perhatikan baik – baik, menggunakan Native PHP jumlah karakternya 244, menggunakan Code Igniter jumlah karakternya 112.

Contoh lagi, kalau kamu ingin menulis input data dengan html, dan ingin membuat kueri drop-down, hasilnya seperti ini :

Dengan Code Igniter, hasilnya seperti ini :

Dengan html, jumlah karakternya 154, dengan Code Igniter jumlah karakternya 128.

Alasan mengapa kueri framework lebih cepat adalah karena framework sudah menggunakan paradigma MVC.

Apa itu MVC ?

MVC adalah singkatan dari model view dan controller. MVC memisahkan antara logika pembuatan kode dengan pembuatan template atau tampilan website. Penggunaan MVC membuat pembuatan sebuah proyek website menjadi lebih terstruktur dan lebih sederhana.

Model berhubungan dengan database, view berhubungan dengan tampilan ke pengguna, sedangkan controller merupakan penghubung antara view dan database.

Dengan MVC, secara otomatis kode menjadi lebih fleksibel dan tersusun rapi. Apakah dengan native php kode tidak bisa fleksibel dan tersusun rapi ? Ya bisa saja, tapi programmer harus merapikan sendiri kodenya

Nah, itulah perbedaan antara native dan framework.

Kelebihan dan Kekurangan Framework dan Tanpa Framework

Beberapa kelebihan menggunakan Framework adalah sebagai berikut :

1. Framework lebih cepat

Menggunakan framework lebih cepat karena programmer tidak perlu membuat kode dari awal. Programmer hanya perlu memanfaatkan apa yang sudah disediakan oleh framework. Tanpa framework, programmer harus membuat semuanya dari awal sehingga ini akan memakan waktu.

2. Keamanan

Kalau pakai framework, programmer tidak perlu memusingkan soal teknik hacking seperti SQL Injection, XSS, dsb. Defaultnya, framework sudah aman. Kalau pakai native php, programmer harus mengamankan kodenya sendiri.

3. Manajemen kode lebih mudah

Menggunakan framework akan memudahkan manajamen kode karena programmer ‘dipaksa’ untuk mengikuti alur framework.

Lalu, apa kekurangan framework ? Ini sifatnya subjektif jadi tidak saya jabarkan disini.

Tidak semua manfaat framework bisa kamu rasakan

Seperti yang sudah saya sampaikan diawal tidak semua orang bisa mendapatkan manfaat dari framework.

Agar mendapatkan manfaat framework, programmer harus tau alur framework. Untuk memahami alur framework, programmer harus belajar dulu dan benar – benar memahami konsep OOP.

OOP atau Object Oriented Programming adalah konsep programming yang berorientasi pada objek. OOP merupakan paradigma pemprograman yang menganggap semua benda adalah objek. Bahkan variabel-pun dianggap sebagai objek. Teknik pemprograman OOP ini juga bisa disebut sebagai teknik pemprograman modern.

Dilansir dari Code Politan, keunggulan dari OOP adalah reusability atau membuat banyak objek hanya dengan menggunakan satu class dan dapat digunakan kembali jika dibutuhkan, mainatability atau mudah dikelola sehingga pengembang bisa fokus pada pemecahan masalah tanpa merusak fungsi, dan extensibility atau kemampuan bisa diperluas dimana objek dapat ditambahkan  kemampuannya tanpa  merusak objek lainnya.

Kalau seseorang tidak menguasai konsep OOP, maka sampai kapanpun orang tersebut belajar framework ia tidak akan pernah berhasil.

Inilah yang perlu diperhatikan oleh programmer pemula.

Karena iming – iming konsep MVC, dan iming – iming membuat pengerjaan lebih cepat, programmer pemula tidak boleh menggebu – gebu belajar framework.

Untuk belajar OOP, programmer pemula harus memahami dasar – dasar PHP. Kalau kamu baru belajar PHP, jangan langsung mainan OOP, percayalah itu hanya bikin pusing.

Belajarlah tahap demi tahap, jangan lakukan loncatan yang tidak perlu. Bersabar dalam proses akan membuatmu lebih berhasil menguasai framework.

Sebagai motivasi saya ingin sampaikan bahwa programmer ahli itu dulunya juga belajar dari nol. Tidak ada programmer ahli yang tiba – tiba paham OOP, tiba – tiba menguasai framework. Saya pastikan tidak ada.

Yang membuat mereka bisa menjadi expert adalah konsistensi belajar programming. Kalau kamu meniru konsistensi mereka, saya yakin kamu bisa.

Oke, jadi jawabannya apa ?

Jadi jawaban dari “mana yang lebih baik antara menggunakan framework atau native PHP ?” Jawabannya semua sama – sama baik.

Kok gitu ? Ya, karena semua tergantung ke diri sendiri. Tidak ada salahnya membangun website menggunakan framework dan tidak ada salahnya membangun website menggunakan native PHP.

Yang salah adalah ketika belajar tidak membuahkan hasil yang tepat.

Seperti contoh saya yang diatas, banyak programmer yang suka coba – coba tanpa hasil. Yang lain sudah membuat website bagus, yang sini masih coba – coba entah sering ganti – ganti dari native ke framework atau ganti – ganti framework. Inilah yang harus dihindari.

Jadi kalau kamu tertarik dengan framework, belajarlah konsisten, belajar PHP dasar, belajar OOP, belajar framework.

Kalau tidak tertarik, ya tidak usah dipelajari.

Tujuan utamanya adalah kamu bisa bangun aplikasi dan kamu dapat uang.

Akhir kata, saya ingin tanya. Kamu lebih suka mana native atau framework ?

Referensi

Pilih PHP atau Framework Biasa – Candra

Pengertian dan pejelasan PHP native – PHP Kita

Dasar pembuatan website dengan html – Klik artikel

Discussing PHP Framwork – Noupe

5 Situs Terbaik untuk Belajar PHP Gratis – Code Politan

Teknik pemrograman beriorentasi objek – Code Politan

Upton, D. 2007. Code Igniter for Rapid PHP Application Development. Packt Publishing : Birmingham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *