Cara Cek Apakah CloudFlare Berjalan Atau Tidak

In short : Buat kamu yang menggunakan CloudFlare dan masih penasaran bagaimana cara cek apakah CloudFlare jalan atau tidak, CloudFlare mencache static konten atau tidak jangan khawatir, karena artikel ini akan memaparkan langkah – langkah pengecekannya.

Apa Itu CloudFlare ?

Nah, sebelumnya, saya akan menjelaskan secara singkat apa itu CloudFlare. CloudFlare adalah layanan CDN atau content delivery network atau bahasa Indonesianya jaringan distribusi konten.

Sebenarnya tidak ada CDN saja, tapi mereka punya fitur seperti anti DDoS, Cloud WAF (Web Application Firewall), dst.

Tanpa menggunakan CDN, maka bila website kita berada di USA, sedangkan visitor kita ada di Indonesia, maka semua file akan diambil dari server asli yaitu USA.

Nah, secara umum, kita tau bahwa jika website dekat dengan lokasi visitor, maka website akan lebih cepat diakses.  Jadi, kalau visitornya di Indonesia, maka server ditaruh di Indonesia atau Singapore supaya aksesnya cepat.

[Note : meski demikian, hosting USA yang telah menggunakan LiteSpeed dan atau SSD normalnya akan dapat diakses dengan cepat dari seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia]

Karena itulah, bila kita menggunakan CDN, maka konten statis (static content) tidak lagi diambil dari server asli, tapi diambil dari lokasi terdekat. Misalnya, bila website kita berada di USA, sedangkan visitor berada di Indonesia, maka dengan menggunakan CDN, konten statis ini diload dari Singapore atau lokasi lain yang terdekat, bukan lagi dari USA.

Bentar, static content itu apa sih ?

Static content atau konten statis adalah konten yang bisa dikirimkan ke user tanpa harus digenerate, modifikasi atau proses. Misalnya, konten berupa javascript, css, dan gambar itu kan adalah konten yang bisa langsung di deliver ke user.

Nah, konten inilah yang dimuat oleh CDN.

Lalu, konten statis apa saja yang akan didistribusikan oleh CloudFlare ?

Berikut ini adalah list static extension yang bisa didistribusikan oleh CloudFlare :

Konten statis yang di cache oleh CloudFlare

Jadi maksudnya, semua file dengan ekstensi tersebut akan dicache oleh CloudFlare, sehingga request tidak lagi diambil dari server asli, tapi dari server CloudFlare yang paling dekat dengan visitor.

Keunggulannya apa ?

Dengan demikian, jelas keunggulannya adalah website lebih cepat diakses dan hemat bandwidth.

Kenapa begitu ? Ya jelas, karena gambar website, dan konten statis lainnya tidak lagi diambil dari server asli (origin server) tapi diambil dari server CDN, dalam hal ini server CloudFlare.

Menarik bukan ?

Cara Mengecek Apakah CloudFlare Sudah Berjalan

Pertanyaannya, bagaimana kita tau bahwa CloudFlare itu berjalan ? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan :

1. Pastikan awan di menu CloudFlare berwarna orange

Cara Cek Apakah CloudFlare berjalan

Karena jika awan CloudFlare masih berwarna abu – abu, maka artinya website tidak diakselerasi oleh CloudFlare

2. Buka namadomain.tld/cdn-cgi/trace, maka disitu akan terlihat informasi CloudFlare

Colo = HKG, berarti cache yang diambil untuk browser tersebut adalah dari server CloudFlare yang lokasinya di Hongkong.

Bagaimana Cara Cek Apakah Cache CloudFlare Berkerja ?

Melalui dua cara diatas, kita bisa pastikan bahwa website telah diakselerasi oleh CloudFlare.

Pertanyannya selanjutnya adalah apakah CloudFlare mencache static file yang ada diwebsite kita ? Bagaimana cara ceknya ?

Mudah saja, cek lewat headernya.

Untuk mengecek header, kita bisa melakukannya lewat browser atau menggunakan situs seperti tools.pingdom.com .

Caranya begini :

1. Lewat browser

Kali ini saya menggunakan Firefox, jadi silahkan buka webnya, kemudian tekan tombol CTRL + Shift + E  kemudian diweb tersebut di refresh lagi F5

Cara Cek Apakah CloudFlare Cache Berjalan Atau TidakJika sudah muncul seperti itu, maka buka menu CSS, kemudian klik disalah satu filenya.

Cara Cek Apakah CloudFlare Berjalan Atau Tidak

Perhatikan, disitu ada informasi cf-cache-status: HIT

Arti status hit, akan saya jelaskan nanti. Kita ke cara yang kedua yaitu lewat tools pingdom.

2. Cek Lewat Pingdom Tools

Silahkan buka website tools.pingdom.com kemudian masukkan alamat website yang ingin ditest.

Kemudian, klik disalah satu static resource, entah itu .css, .js atau image.

Cara Cek Apakah CloudFlare Berjalan Atau TidakPerhatikan, disitu ada informasi cf-cache-status: MISS

Nah, sekarang kita akan menterjemahkan apa arti status itu.

Arti header CF-Status-Cache

CF-Cache-Status artinya adalah status cache CloudFlare. Arinya begini :

HIT : berarti resource tersebut dilayani dari server CDN CloudFlare dan tidak diambil dari server asli (origin server)

MISS : berarti resource tersebut tidak berada di cache CloudFlare sehingga resorce diambil dari server asli (origin server)

EXPIRED : resourcenya ada di cache CloudFlare tetapi sudah expired atau kadaluarsa, sehingga cache dilayani dari origin server

STALE :  berarti resource ada di cache CloudFlare tetapi sudah expired, namun begitu resource tetap dilayani dari CDN CloudFlare karena visitor lain melakukan request yang menyebabkan CDN mengambil resource dari origin server. Tapi kondisi ini adalah kondisi yang sangat jarang terjadi.

IGNORED : berarti resource bisa dicache tetapi tidak berada di cache karena tidak berada di threshold (request numbernya biasanya 3), sehingga resource dilayani dari server origin. Status ini bisa berubah menjadi HIT, jika resource telah melewati threshold.

REVALIDATED : berarti CF berada di tahap stale, tetapi direvalidasi lagi dengan menggunakan header If-Modified-Since.

UPDATING : terjadi ketika resource tersebut populer (sering direquest) yang sedang ditambahkan ke server CloudFlare.

Nah, begitulah caranya mengecek apakah CloudFlare sudah cache atau belum.

Mudah bukan ? Jadi, selamat mencoba.

Catatan Lain

CF-Status-Cache saya kenapa selalu MISS ya ? Padahal sudah direquest berkali – kali ?

CF-Status-Cache yang selalu MISS dapat disebabkan karena resource tersebut memiliki header seperti ini :

HTTP/1.1 200 OK 
Cache-Control: no-cache (bagian ini yang bermasalah)
Last-Modified: Thu, 16 Nov 2017 11:29:29 GMT 
Content-Type: text/css 
Content-Length: 20214 
Date: Wed, 28 Feb 2018 04:35:53 GMT 
Accept-Ranges: bytes 
Server: LiteSpeed

Pastikan pada bagian cache-control cache-control tidak diset dengan privateatau  no-cache

Jika cache-control header menggunakan dua metode tersebut, dipastikan CloudFlare tidak mau cache. Sehingga, buat saja menjadi public

Bagaimana cara cek cache control ? Pakai saja redbot.org.

Perhatikan, jangan memasukkan alamat domain saja, tapi masukkan url secara lengkap dimana resourcenya yang masih MISS.

Namun begitu, secara default cache control ini memang diset ke public untuk resource yang cacheable (dapat dicache). Tapi jika tidak, silahkan dicek kembali di WordPressnya atau aplikasi PHP nya.

Leave a Comment