Panduan Penggunaan LiteSpeed Image Optimization

Panduan Penggunaan LiteSpeed Image Optimization

In short : Buat kamu yang hostingnya support LSCache dan ingin optimasi gambar tanpa harus install plugin image optimizer, melalui artikel ini saya akan menjelaskan apa itu LSCache dan bagaimana mengoptimasi gambar dengan mudah.

Apa itu plugin LSCache ?

Plugin LiteSpeed Cache atau yang sering disingkat LSCache adalah plugin yang diciptakan oleh litespeed. Plugin ini sebenarnya sama seperti plugin cache lainnya misalnya W3 Total Cache.

Namun, keunggulannya adalah plugin lscache mampu berkomunikasi dengan webserver litespeed atau dengan kata lain plugin ini terintegrasi dengan litespeed webserver.

Apa syarat penggunaan plugin LSCache ?

Syaratnya adalah hosting telah menggunakan LiteSpeed dan diinstall modul LiteSpeed cache. Kalau salah satu tidak terpenuhi maka tidak akan bisa  menggunakan plugin LSCache.

Pluginnya gratis tetapi modul cache yang harus diinstall diserver adalah modul berbayar sehingga tidak semua hosting yang pakai LiteSpeed menyediakan LiteSpeed Cache juga.

Image Optimization LSCache

Plugin LSCache memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan plugin cache yang lain. Salah satu keunggulannya adalah plugin ini mampu mengoptimasi gambar tanpa harus menginstall plugin optimasi gambar lainnya.

Jadi, semua gambar yang belum teroptimasi dapat teroptimasi hanya dengan beberapa klik.

Pertanyannya, kenapa gambar harus dioptimasi ?

Jawabannya adalah karena semakin kecil ukuran gambar maka website akan semakin cepat dimuat atau loadingnya cepat. Berlaku sebaliknya, semakin besar ukuran gambar maka website akan semakin lambat dimuat atau loadingnya lama.

Sehingga, wajib hukumnya untuk mengoptimasi setiap gambar yang diupload di website.

Bagaimana Cara Pakainya ?

Nah, berikut penjabaran cara penggunaan LiteSpeed Image Optimization :

Buka terlebih dahulu menu Image Optimization

Lalu akan muncul tampilan seperti ini :

Untuk pertama kali penggunaan, maka kita harus memencet tombol Update Request Status.

Maka kita akan disuguhi tiga menu yaitu optimization summaryimage information dan revert optimization.

Supaya kita dapat mengoperasikan plugin ini dengan mudah, maka kita wajib memahami setiap menu yang ada disitu. Nah, begini penjelasannya.

Optimization Summary

Dibagian optimization summary terdapat banyak informasi yaitu level, credit, images pulled dan last request.

Mehamami Sistem Kredit

Sistem kredit adalah cara yang diambil LiteSpeed supaya server image optimization tidak mendapatkan request yang terlalu banyak sehingga menyebabkan performa menurun.

Jika kita baru menggunakan pertama kali maka levelnya adalah 1. Level ini akan naik seiring dengan seberapa sering kita mengoptimasi gambar melalui plugin ini.

Setiap level memiliki creditnya masing – masing. Berikut adalah daftarnya :

Level 1 : 30
Level 2 : 100
Level 3 : 300
Level 4 : 400
Level 5 : 500

Kredit itu maksudnya adalah jumlah maksimal gambar yang dapat diproses dengan satu kali request.

Jadi misalnya kita masih ada di kredit 1, berarti jumlah maksimal yang bisa dioptimasi untuk sekali request ialah 30.

Misalnya lagi, kredit yang kita terima adalah 100, maka bila kita memasukkan 25 gambar maka kredit menjadi 75, jika kita memasukkan 30 gambar lagi, maka kredit menjadi 45, jika sudah kredit ini sudah  mencapai 100 maka kita tinggal tekan tombol Update Reduction Status maka nanti kredit akan direset.

Total reduction adalah berapa banyak space yang telah dihemat setelah menggunakan fitur image optimization.

Memahami Menu Image Information

Untuk menjelaskan image group total, kita harus tau dulu apa yang dimaksud dengan image group di LiteSpeed Cache.

LiteSpeed Cache tidak menggunakan istilah image tetapi image group. 1 image group berisi banyak variasi gambar. Jadi misalnya, kita mengupload gambar di Media Library, maka koleksi gambar dengan nama gambar yang sama tetapi berbeda ukuran akan dikelompokkan menjadi satu grup.

Misalnya, jika kita upload gambar dengan nama “gambarku.png” maka WordPress membuat koleksi gambar menjadi gambarku-1024×701.pnggambarku78×99.png, dan seterusnya.

Jadi semua yang berawalan dengan gambarku, akan dimasukkan menjadi satu grup oleh plugin ini.

Nah, images group total ini berarti jumlah total grup gambar yang ada di WordPress kita. Sedangkan image group not yet requested berarti total jumlah grup gambar yang belum direquest atau belum dioptimasi.

Jadi bagaimana cara mengoptimasinya ? Tinggal klik saja pada tombol Send Optimization Request.

Nah, disitu ada tulisan you can send at most 12 images at onceMaka artinya jika grup yang belum direquest ada 100, maka maksimal yang akan direquest untuk sekali request adalah 12.

Jika tulisannya seperti ini you can send at most 0 images at once atau number of image in one group exceeds the credits. Maka silahkan klik Update Reduction Status

Setelah Send Optimization Request ditekan, maka jika kita scroll ke atas kita akan menemukan notifikasi seperti ini.

Artinya adalah request tadi berisi 4 grup dengan 11 gambar yang akan dioptimasi.

Tunggu beberapa menit, dan silahkan refresh halaman tersebut. Kemudian tunggu sekitar 3 menit, barulah kita bisa send optimization request lagi.

Disitu juga ada informasi seperti ini image group requested, image group failed to optimize, image group notified to pull, image group optimized and pulled.

Image group requested artinya adalah grup gambar yang direquest untuk sekali request, image group failed berarti jumlah gambar yang gagal dioptimasi, image group notified to pull berarti berapa banyak gambar yang sudah dioptimasi dan siap untuk diletakkan di WordPress sedangkan image group optimized adalah jumlah grup gambar yang berhasil dioptimasi.

Pada dasarnya menggunakan plugin ini sangatlah mudah karena kita hanya perlu untuk klik update reduction status dan send optimization request.

Lakukan kedua hal tersebut sampai image groups not yet requested menjadi 0.

Bagaimana Melihat Hasil Optimasi ?

Mudah, silahkan buka menu media library kemudian perhatikan pada bagian LiteSpeed Optimization.

Disitu ada informasi lengkap optimasi yang telah dilakukan oleh LiteSpeed.

Nah, mudah sekali kan ? Selamat mencoba.

Referensi

Jika terdapat perbedaan menu LSCache pada artikel ini dan pada plugin yang kamu gunakan, silahkan buka wiki https://www.litespeedtech.com/support/wiki/doku.php/litespeed_wiki:cache:lscwp:image-optimization

Leave a Comment